Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaFiqihZAKĀTUL KHILTHOH

ZAKĀTUL KHILTHOH

ZAKĀTUL KHILTHOH

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Pada halaqoh yang ke-83, (Halaqoh yang 10)  kita masih melanjutkan pelajaran tentang zakāt dan ada pembahasan yang dibahas oleh para ulamā yaitu: زكاة الخلطة (zakātul khilthoh) pada zakāt kambing.

Apa yang dimaksud dengan zakātul khilthoh?

Al khilthoh adalah al kholaf yaitu bercampur, bersama-sama.

Maksudnya adalah apabila ada dua orang memiliki harta zakāt dan dia mengabungkan zakātnya. Jadi dua orang atau lebih menggabungkan zakātnya, maka ini disebut dengan zakāt al khilthoh (zakāt yang tercampur harta zakātnya /bersama-sama) maka tatkala bersama-sama zakātnya adalah zakāt harta yang seperti milik satu orang.

(( والخليطان يزكيان زكاة الواحد بسبع شرائط: إذا كان المراح واحدا والمسرح واحدا والمرعى واحدا والفحل واحدا والمشرب واحدا والحالب واحدا وموضع الحلب واحدا))

Penulis rohimahulloh menyebutkan:

(والخليطان يزكيان زكاة الواحد)

“Dan dua orang atau lebih yang memiliki harta zakāt dan mencampurkan zakātnya, kemudian mereka menzakātkan harta yang tercampur tersebut seperti zakāt milik satu orang, aturannya seperti aturan satu orang.”

Hadīts ini berdasarkan hadīts Annas, beliau mengatakan:

أنَّ أبا بكر رَضِيَ اللهُ عنه، كتب له الفريضةُ التي فرَضَ رسولُ الله صلَّى الله عليه وسلَّم 

“Bahwasanya Abū Bakar rodhiyallohu ta’āla ‘anhu mengirimkan (menuliskan surat)  kepada beliau kewajiban yang mana Rosūlulloh shollallohu ‘alaihi wa sallam wajibkan.”

 ولا يجمع بين متفرق ولا يفرق بين مجتمع خشية الصدقة

“Dan tidak boleh mengabungkan antara harta zakāt yang terpisah dan tidak boleh menggabungkan harta zakāt yang terpisah menjadi satu dalam rangka untuk mengakali shodaqoh.”

⇒ Zakāt shodaqoh di sini adalah zakāt maka yang terpisah dicampurkan atau yang tercampur dipisahkan.

و ما كان من خليطين فإنهما يتراجعان بينهما بالسوية

“Adapun yang memang harta zakāt itu tercampur, maka kembali zakātnya kepada kedua orang tersebut dan secara sama.”

⇒ Jadi dihitung zakāt wahid (zakāt dari satu orang) kemudian dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing.

Dengan 7 (tujuh)  syarat (بسبع شرائط) :

Disana ada beberapa syarat tambahan yang lain dari syarat-syarat yang ada, (على كل حال) bahwasanya didalam syarat ini juga ada sebagian khilāf para ulamā.

Di antara syarat  yang disebutkan oleh penulis rohimahulloh :

⑴ Apabila tempat tinggalnya (kandangnya) satu (إذا كان المراح واحدا)

⑵ Tempat munculnya atau tempat melepasnya satu (والمسرح واحدا)

⑶ Tempat menggembalanya satu (والمرعى واحدا)

⑷ Pejantannya satu (والفحل واحدا)

⑸ Tempat minumnya satu (bersama) ( والمشرب واحدا ))

⑹ Pemerah susunya satu (والحالب واحدا )

⑺ Tempat pemerahnya satu (وموضع الحلب واحدا)

 

Jadi disyaratkan pada khilthoh ini, bahwasanya memang benar-benar bercampur mulai dari kandangnya dan lain sebagainya.

Kalau tidak memenuhi syarat maka tidak disebut sebagai harta tercampur atau zakāt al khulthoh.

Disana disebutkan bahwa syarat,: الحالب واحدا atau orang yang memerah susunya satu orang, ini adalah dhaif dalam madzhab yang shahīh tidak disyaratkan sama-sama mengambil susunya. Yang disyaratkan sama-sama adalah pengembalanya yang satu.

 

Maka ini masuk ke dalam zakātul khulthoh.

Demikian yang bisa disampaikan pada halaqoh kali ini, dan in syā Alloh kita lanjutkan pada halaqoh berikutnya.

 

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

 

 

 

 

Artikulli paraprakZAKĀT TERNAK KAMBING
Artikulli tjetërZAKĀT EMAS DAN PERAK
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments