Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaFiqihZAKAT FITRI BAGIAN 05

ZAKAT FITRI BAGIAN 05

ZAKAT FITRI BAGIAN 05

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para shahābat yang semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan keberkahan kepada kita semua, in syā Alloh.

Pada halaqoh kali ini, kita akan melanjutkan pelajaran kita tentang zakāt dan in syā Alloh kita masuk pada golongan-golongan yang berhak mendapatkan zakāt (الأصناف الذي يستحقون الزكاة).

Sebelumnya kita sedikit membahas tentang, bolehkah mengeluarkan zakāt fithroh dengan uang ?

Di sini ada dua pendapat (para ulamā) :

Tidak boleh (pendapat jumhur dari kalangan Mālikiyyah, Syāfi’iyyah maupun Hanābilah).

Membolehkan (pendapat madzhab Hanafiyyah, Imām Bukhori dan Umar bin Abdul Aziz, Hasan Basri dan yang lainnya).

Jadi perbedaan pendapat ini adalah perbedaan pendapat yang sudah terjadi sejak zaman dahulu.

Adapun yang mengatakan, “Tidak boleh,” dan ini pendapat mayoritas para fuqohā’ (para ulamā/jumhur dari kalangan kaum muslimin) adalah hadīts Ibnu Umar rodhiyallohu ta’āla ‘anhumā :

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ

“Bahwasanya Rosūlulloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakāt fithroh (yaitu) 1 sho’ dari tamr (تَمْرٍ) atau 1 sho’ dari sya’īr (شَعِيْرٍ).”

Dan pendapat (menurut) mereka, “Seandainya ini boleh, maka ada riwayat yang menunjukkan bahwasanya sebagian shohābat mengeluarkan dengan uang (dinar/dirham). Akan tetapi tidak didapatkan riwayat bahwa mereka mengeluarkan dengan dinar atau dirham.”

Oleh karena itu, pendapat ini adalah pendapat yang lebih hati-hati dan juga pendapat yang yang dirajīhkan oleh Syaikh Bin Baz rohimahulloh.

Dan apa yang kita lakukan hendaknya kita mengeluarkan zakāt fithroh dalam bentuk makanan pokok negara tersebut.

Seandainya kita ingin memberikan uang, hendaklah kita mewakilkan uang kepada amil (petugas zakāt) untuk diberikan makanan pokok.

Jadi apabila kita ingin mengeluarkan uang maka sifatnya adalah mewakilkan untuk membelikan makanan pokok. Ini yang lebih hati-hati. Sehingga tatkala dibagikan kepada mustahiqīn (orang-orang yang berhak dari kalangan fuqorā dan orang miskin (فقراء والمساكين)) adalah dalam bentuk makanan pokok yang berlaku atau yang digunakan pada negara tersebut.

# Kelompok (orang-orang yang berhak menerima zakāt.

Di sini zakāt yang bersifat umum bukan zakat fithroh, adapun zakāt fithroh maka para ulamā mengatakan ini sifatnya ta’abud, sifatnya ibadah maka sifatnya tawaquf artinya tidak melakukan kecuali dengan dalīl.

Adapun yang dimaksud dengan ashnaf (الأصناف) atau golongan yang mendapatkan shodaqoh zakāt adalah kelompok yang disebutkan di dalam ayat, sebagaimana yang disebutkan oleh penulis.

وتدفع الزكاة إلى الأصناف الثمانية الذين ذكرهم الله تعالى في كتابه العزيز في قوله تعالى: [إنما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل

Dan kebanyakan zakāt (haruslah) diberikan kepada 8 (delapan) golongan yang telah disebutkan oleh Alloh Subhānahu wa Ta’āla  di dalam firmannya:

“Bahwasanya sedekah (shodaqoh) maksudnya zakāt adalah untuk:

Orang-orang faqīr (الفقراء)

Orang-orang miskin (المساكين)

Orang-orang yang membagikannya (petugas zakāt tersebut) (العاملين)

Orang-orang yang dilunakkan hatinya atau didekati hatinya karena memeluk agama Islām (المؤلفة قلوبهم)

Para hamba sahaya / budak  (الرقاب)

Orang-orang yang berhutang (الغارمين)

Orang-orang yang berjihād Fī sabīlillāh (في سبيل الله)

Para musafir (ابن السبيل).”

Ini adalah 8 (delapan) kelompok yang berhak mendapatkan zakāt dari zakāt kaum muslimin, yang nanti in syā Alloh akan kita jelaskan satu persatu secara ringkas.

Demikian yang bisa disampaikan halaqah ini dan kita akan lanjutkan pada pertemuan berikutnya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments