Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaFiqihANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT

ANCAMAN BAGI YANG TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT

 

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

 

Pada halaqoh yang ke 75 (halaqoh 02 dalam bab zakat) ini kita akan membahas tentang peringatan-peringatan dari Alloh dan Rosulnya kepada orang-orang yang meninggalkan zakāt, melupakan zakāt dan tidak menunaikan hak dari hartanya. Di dalam syari’at ada peringatan yang sangat keras dan sangat tegas terhadap orang-orang yang meninggalkan atau menolak untuk membayar zakāt. Bahkan sampai memberikan status orang yang meninggalkan atau menolak zakāt tersebut, yaitu status keluar dari Islam.

Sebagaimana Alloh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

“Dan celakalah bagi orang yang musyrik, (yaitu) yang tidak menunaikan zakāt dan mereka kufur terhadap hari akhirat.” (QS Fushshilat: 6-7)

Maka di sini Alloh Subhānahu wa Ta’āla menggandengkan dengan  kesyirikan dan kekufuran yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakatnya.

Para ikhwah sekalian, para sahabat yang dirohmati Alloh Subhānahu wa Ta’āla, ancaman bagi yang tidak mengeluarkan zakat :

1. Pada hari kiamat

Alloh Subhānahu wa Ta’āla akan mengalungkan harta yang tidak dikeluarkan zakatnya di leher pemiliknya, menjadi beban bagi dia di akhirat nanti.

Alloh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allāh berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat nanti.

Dan kepunyaan Alloh-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al ‘Imron: 180)

Di sini, orang yang bakhil menyangka, dengan mengumpulkan hartanya itu bermanfaat bagi dia, sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Hafizh Ibnu Katsīr dalam Tafsirnya.

Mereka menyangka bahwasanya dengan kebakhilan tersebut, dengan mengumpulkan harta tersebut, terus-menerus di dalam tabungan tanpa menginfāqkan (tidak mensedaqohkan), itu baik bagi mereka, padahal itu membahayakan mereka sendiri, membahayakan di dunia dan di akhirat nanti.

Dan Alloh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan bahwa harta yang mereka bakhilkan tersebut akan dikalungkan di leher mereka pada hari kiamat, menjadi beban buat mereka, menjadi sesuatu yang memberati diri mereka sendiri. Ini adalah salah satu siksaan bagi orang-orang yang bakhil terhadap harta yang Alloh berikan kepada dia.

2, Mendapat Adzab Oleh Hartanya Sendiri

Orang yang tidak mengeluarkan zakātnya tidak menginfāqkan hartanya di jalan Alloh Subhānahu wa Ta’āla, maka dia akan diadzab oleh hartanya tersebut.

Disana banyak hadīts-hadīts yang menunjukkan tentang hal itu, diantaranya Alloh Subhānahu wa Ta’āla akan menjadikan hartanya menjadi seekor ular jantan yang beracun dan akan mengigit pemiliknya serta memakannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ ثُمَّ تَلَا ( لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ ) الْآيَةَ

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu Ta’āla ‘anhu berkata, bahwasanya Rosūlulloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang Alloh Subhānahu wa Ta’āla berikan harta, kemudian dia tidak tunaikan zakātnya, maka nanti pada hari kiamat harta tersebut akan dijadikan harta tersebut seperti ular jantan yang Aqro’ (yang tidak memiliki rambut dikarenakan saking banyaknya racun yang dia miliki).

Dia memiliki dua taring dan dua busa dimulutnya (dikarenakan banyaknya racun yang dia miliki) dan akan dikalungkan dilehernya pada hari kiamat, kemudian ular tersebut memegang atau mengigit tangan para pemilik harta yang tidak berzakāt tersebut, dengan kedua sudut mulutnya (dicengkram oleh rahangnya) kemudian ular itu berkata: “Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.”

Kemudian Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka itu baik bagi mereka, padahal kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka…(surat Al ‘Imron: 180).”

Di dalam riwayat yang lain Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

وَلَا صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يَفْعَلُ فِيهِ حَقَّهُ إِلَّا جَاءَ كَنْزُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَتْبَعُهُ فَاتِحًا فَاهُ فَإِذَا أَتَاهُ فَرَّ مِنْهُ فَيُنَادِيهِ خُذْ كَنْزَكَ الَّذِي خَبَأْتَهُ فَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ فَإِذَا رَأَى أَنْ لَا بُدَّ مِنْهُ سَلَكَ يَدَهُ فِي فِيهِ فَيَقْضَمُهَا قَضْمَ الْفَحْلِ

 

Dan tidak ada seorangpun pemilik harta yang dia tidak menunaikan haknya (tidak menunaikan zakātnya), kecuali harta tersebut akan datang pada hari kiamat, menjadi seekor ular jantan yang penuh dengan bisa dan akan selalu mengikutinya dengan membuka mulutnya, apabila ular tersebut datang maka pemilik harta simpanan itu lari darinya.

Lalu ular itu memanggilnya: “Ambillah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.”

Maka tatkala orang/pemilik harta tersebut tidak bisa lari dari ular tersebut, maka dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut (untuk mengambil hartanya). Maka ular itu memakannya sebagaimana onta jantan memakan makanannya.” (HR. Muslim No. 988 )

Dan juga di dalam hadīts yang lain:

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

“Orang-orang yang menyimpan hartanya (emas dan perak) maka emas atau peraknya itu akan menjadi lempengan-lempengan yang dipanaskan di neraka, yang kemudian akan disetrika orang tersebut. Dan setiap kali lempengan itu dingin, maka akan diulang lagi (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), pada hari di mana satu hari seperti 50 ribu tahun, sampai dia diputuskan keputusan antara hambanya. Kemudian dia akan melihat (atau akan diperlihatkan) jalannya, apakah menuju surga atau menuju neraka.” ( HR, Muslim No. 9887 hadist Abu Huroiroh)

Para sahabat sekalian yang semoga dirohmati oleh Alloh subhanahu wata’ala.

Begitu juga pemilik hewan-hewan ternak yang tidak menunaikan zakātnya disebutkan dalam hadīts, maka orang tersebut akan ditanduk, akan diinjak-injak oleh hewan ternaknya sampai yang terakhir kemudian diulang-ulang terus demikian, sampai diputuskan diantara hambanya.

Ini adalah siksaaan yang berat bagi pemilik harta yang tidak berzakāt. Oleh karena itu hendaklah kita menunaikan zakāt dan menginfāqkan harta yang Alloh berikan kepada kita.

3. Tubuh akan Dipanggang di Neraka Jahannam

Tubuh orang yang tidak mengeluarkan zakāt maka akan dipanggang di dalam neraka Jahannam dengan hartanya sendiri.

Alloh Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ، يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

 

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allāh, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

Pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:

“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan.” (QS At Tawbah: 34-35)

Begitu juga di dalam hadīts yang tadi sudah disebutkan, bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menjadikan emas dan perak menjadi lempengan yang dipanaskan dan kemudian dijadikan sebagai setrika untuk mereka. Di mana satu hari ukurannya adalah 50 ribu tahun.

Hadīts ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari shohābat Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘anhu

4. Pemerintah Berhak Mengambil Harta Secara Paksa

Pemerintah Muslim berhak mengambil secara paksa zakāt dan dengan denda mengambil separuh hartanya.

Jadi zakātnya diambil dan separuh hartanya diambil sebagai denda bagi orang-orang yang menolak membayar zakāt. Ini adalah hukum di dalam Islām

5. Dihukumi sebagai Orang Kafir, Murtad

Bahwasanya orang yang menolak membayar zakāt maka dihukumi sebagai orang kāfir, orang murtad.

Hal ini karena karena dia telah mendustakan Alloh dan Rosūl-Nya.

 

Dan ini juga yang diberlakukan oleh Abū Bakar rodhiyallohu Ta’āla ‘anhu, beliau memerangi orang-orang yang tidak menunaikan zakātnya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments